Atasi Keputihan Saat Hamil Dengan Cara Ini

Atasi Keputihan Saat Hamil Dengan Cara Ini

Share

Keputihan, atau leukorea, saat hamil adalah kondisi yang umum terjadi. Keputihan sendiri sesungguhnya membantu vagina tetap sehat dengan memberikan kelembaban yang diperlukan, bahkan melindungi bagian sensitif ini dari infeksi dan iritasi. Keputihan juga kerap menjadi salah satu tanda kehamilan dan umumnya dialami wanita pada masa menstruasi. Pelajari seputar keputihan saat hamil dan cara mengatasinya pada ulasan berikut ini.

Penyebab Keputihan Saat Hamil

Keputihan saat hamil sesungguhnya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan karena keputihan justru diperlukan untuk mencegah infeksi yang dapat menjalar ke rahim. Keputihan yang normal biasanya berupa cairan yang bening atau putih serupa susu dengan aroma yang ringan. Keluarnya cairan ini merupakan tanda-tanda awal kehamilan dan seiring dengan waktu akan terus meningkat.

Namun, ada pula keputihan yang bersifat patologis, artinya keputihan ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri atau adanya ketidakseimbangan jumlah bakteri alami pada vagina. Pada kasus-kasus lain, keputihan bisa menjadi gejala penularan penyakit seksual, seperti Trikomoniasis. Keputihan yang tidak normal dapat juga disebabkan oleh infeksi jamur, yang disebut dengan vaginal candidiasis atau candidal vaginitis.

Gejala Keputihan Patologis

Keputihan yang tidak normal biasanya menunjukkan beberapa gejala tertentu yang berbeda pada keputihan pada umumnya. Vaginal candidiasis dan Trikomoniasis berkaitan dengan pecahnya ketuban lebih dini, kelahiran yang prematur, bahkan postpartum endometritis, yaitu infeksi pada lapisan rahim atau saluran genital bagian atas.

Oleh karena itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau bidan Anda apabila Anda mengalami gejala keputihan sebagai berikut:

  • Keputihan diikuti dengan aroma yang tidak sedap atau janggal;
  • Berwarna kehijauan atau kekuningan;
  • Rasa gatal atau perih sekitar vagina;
  • Rasa sakit ketika buang air kecil.  

 

Baca Juga: 6 Tanda Kehamilan dan Cara Tes Kehamilan

 

Jenis-Jenis Keputihan Saat Hamil

Pada awal kehamilan, biasanya keputihan akan muncul sebagai tanda kehamilan, yaitu reaksi tubuh untuk melindungi rahim dari infeksi yang datang dari vagina. Keputihan saat awal hamil ini biasanya berwarna putih atau putih susu dengan aroma yang ringan atau bisa jadi tidak mengeluarkan aroma sama sekali.

Namun, ketika usia kandungan sudah mendekati akhir, keputihan biasanya akan bertambah banyak. Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, keputihan dapat diikuti dengan lendir yang lengket dan berwarna merah muda. Ketika ini terjadi, artinya tubuh tengah mempersiapkan diri untuk kelahiran bayi. Hal ini bisa terjadi beberapa kali sebelum kelahiran.

Sekalipun normal, ada beberapa keputihan yang terjadi akibat infeksi-infeksi tertentu. Berikut beberapa infeksi pada vagina yang juga menyebabkan keputihan:

Keputihan Akibat Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada vagina biasa disebut juga dengan Vaginal candidiasis. Kondisi ini menyebabkan iritasi, keputihan, dan rasa gatal yang berlebihan pada vagina dan pada vulva, yaitu jaringan pada bagian terluar vagina. Hal ini juga termasuk umum terjadi karena perubahan hormon mengganggu keseimbangan pH pada vagina, sehingga mendorong berkembangnya jamur. Keputihan ini juga cukup normal pada wanita yang tidak hamil. 

Untuk mengatasi keputihan ini, Anda bisa menggunakan obat bebas, tetapi kalau kondisi ini terjadi secara berulang, sekitar 4 kali atau lebih dalam waktu satu tahun, maka Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pada wanita hamil, penanganan keputihan akibat infeksi jamur juga dapat menggunakan obat bebas yang mengandung anti jamur, tetapi penting untuk berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.

Keputihan Akibat Infeksi Bakteri

Dikenal juga dengan Bacterial vaginosis, kondisi ini ditandai dengan peradangan pada vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteria yang berlebihan di vagina. Gejala dari infeksi bakteri ini termasuk keputihan yang cair, berwarna keabuan, putih, atau hijau, diikuti dengan aroma yang tidak sedap, biasanya amis. Biasanya, vagina juga akan menjadi gatal dan terasa sensasi panas ketika buang air kecil.

Bacterial vaginosis ini dapat menimbulkan kelahiran yang prematur pada wanita hamil. Maka dari itu, apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mengatasi infeksi bakteri pada vagina ini.  

Keputihan Akibat Penyakit Kelamin

Selain vaginal candidiasis dan bacterial vaginosis, keputihan juga dapat terjadi akibat beberapa penyakit yang menular lewat hubungan seksual. Keputihan akibat penyakit kelamin ini bisa terjadi karena infeksi parasit atau bakteri. Berikut beberapa penyakit kelamin yang menimbulkan keputihan:

  • Trikomoniasis. Ditandai dengan keputihan yang berwarna kuning-kehijauan, agak berbuih dengan aroma tidak sedap yang kuat. Trikomoniasis ini merupakan infeksi parasit bernama Trichomonas vaginalis.
  • Gonorrhea. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae dan ditandai dengan merah dan bengkak di area vagina dan sensasi terbakar ketika buang air kecil. Infeksi ini juga menyebabkan gatal pada area vagina.
  • Chlamydia. Berasal dari infeksi bakteri Chlamydia trachomatis, penyakit ini kadang tidak menunjukkan gejala, tetapi keputihan biasanya menjadi salah satu gejala penyakit ini.

 

Baca Juga: 8 Infeksi Perinatal dan Pencegahannya

 

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Umumnya, keputihan yang normal tidak merugikan, walaupun dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman pada ibu hamil yang mengalaminya. Untuk keputihan yang normal, Anda bisa mengatasinya dengan menjaga kebersihan vagina. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Memakai pakaian yang longgar untuk sirkulasi udara yang baik;
  • Memakai pakaian dalam katun yang dapat menyerap kelembaban;
  • Mengurangi pemakaian pembersih kewanitaan, terutama yang mengandung parfum;
  • Mengeringkan bagian vagina setelah mandi atau pembilasan;
  • Konsumsi yogurt atau makanan berfermentasi untuk meningkatkan jumlah bakteri baik pada tubuh.

Keputihan akibat infeksi jamur saat hamil juga umum terjadi. Biasanya, keputihan ini diikuti dengan rasa gatal pada vagina dan cairan yang putih dan kental. Untuk mengatasi keputihan ini, Anda bisa menggunakan obat bebas yang berupa krim atau pelembab, seperti Clotrimazole, Miconazole, dan Terconazole. Obat-obatan ini umumnya aman dan tidak menyebabkan resiko pada kehamilan.

Tentu saja, Anda sebaiknya terus berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa apakah keputihan yang Anda alami masih normal. Terus konsultasikan pula pengobatan yang Anda hendak lakukan dengan dokter Anda.

Pertanyaan Seputar Keputihan Saat Hamil

 Apakah Keputihan Saat Hamil Berbahaya?

Keputihan saat hamil merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila bau dan warna vagina tidak seperti biasanya, ada kemungkinan terjadi infeksi bakteri atau jamur. Baik infeksi bakteri ataupun infeksi jamur ini dapat berpengaruh pada masalah-masalah kehamilan, seperti kehamilan yang prematur atau pecah ketuban lebih dini, maka apabila Anda mendeteksi keputihan yang tidak normal, segera periksakan diri ke dokter untuk menanganinya secepat mungkin.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Keputihan Saat Hamil?

Apabila Anda mengalami keputihan saat hamil, Anda cukup menjaga kebersihan vagina dan menjaga agar vagina tidak terlalu lembab agar tidak memicu keputihan yang lebih banyak. Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung parfum. Membersihkan area kewanitaan cukup dengan membasuh seperti biasa tanpa harus menggunakan pembersih khusus, terutama karena vagina membutuhkan bakteri-bakteri baik.

 

Baca Juga: 6 Pantangan Makanan Ibu Hamil, Penting Diketahui

 

Apa Obat Keputihan Saat Hamil?

Keputihan yang normal biasanya tidak membutuhkan pengobatan selain menjaga kebersihan dan keseimbangan pH pada vagina. Namun, apabila keputihan yang Anda alami merupakan kondisi patologis, maka pengobatan akan bergantung pada penyebab keputihan tersebut. Yang perlu diingat, pengobatan oral atau obat minum sebaiknya dihindari. 

Untuk mencegah atau menangani keputihan ini, Anda lebih baik mengkonsumsi suplemen probiotik atau makanan-makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt. Selain itu, makanan-makanan yang kaya zat besi, seng, dan mangan juga baik bagi lingkungan vagina.

Untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang penanganan keputihan saat hamil, Anda bisa menghubungi layanan telekonsultasi Kavacare di nomor Whatsapp 0811 1466 777. Kavacare dapat membantu Anda dalam perawatan selama hamil maupun pasca-melahirkan dengan layana telekonsultasi dan perawat ke rumah.

 

Sumber:

  1. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/bacterial-vaginosis-during-pregnancy/, diakses 13 Oktober 2022
  2. https://www.emedicinehealth.com/vaginal_discharge/article_em.htm, diakses 13 Oktober 2022
  3. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825, diakses 13 Oktober 2022
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8377920/, diakses 13 Oktober 2022
  5. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-discharge/, diakses 13 Oktober 2022

 

Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare