6 Tanda Kehamilan dan Cara Tes Kehamilan

6 Tanda Kehamilan dan Cara Tes Kehamilan

Share

Kehamilan adalah hal yang dinantikan oleh kebanyakan pasangan suami-istri, apalagi kehadiran anak selalu dianggap untuk menjadi penguat hubungan antara kedua pasangan. Untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat, perlu persiapan maksimal sejak dini.

Simak bagaimana tanda-tanda kehamilan serta cara mengecek kehamilan yang tepat berikut ini.

Tanda-tanda Kehamilan yang Umum

Infografis Tanda Kehamilan Kavacare
Infografis Tanda Kehamilan – Kavacare

 

Kebanyakan wanita mengalami tanda-tanda yang sama ketika kehamilan datang, walaupun ada satu atau dua gejala yang berbeda pada tiap wanita. Berikut ini merupakan ciri-ciri hamil yang umum dialami wanita pada masa awal kehamilan.

1. Terlambat Menstruasi

Masa menstruasi yang biasanya muncul secara teratur tiba-tiba datang terlambat. Hal ini adalah hal pertama yang menjadi tanda-tanda kehamilan. Namun, gejala ini mungkin tidak akan disadari bagi wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Selain kehamilan, ada penyebab lain yang membuat siklus menstruasi terlambat, seperti kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis. Stres juga dapat membuat haid terlambat. Bagi wanita yang tengah mengkonsumsi pil kontrol kehamilan, siklus menstruasi juga dapat terlambat akibat berhentinya konsumsi pil tersebut.

 

Baca Juga: 3 Gejala Utama dan Perawatan PCOS

 

2. Payudara Bengkak dan Nyeri

Pada awal-awal kehamilan, perubahan hormonal akan membuat payudara Anda sensitif dan terasa sakit. Rasa tidak nyaman ini akan berkurang setelah beberapa minggu setelah tubuh Anda beradaptasi dengan perubahan tersebut.

3. Mual dengan/tanpa Muntah

Morning sickness, atau mual dan muntah pada pagi hari, seringkali terjadi pada bulan pertama hingga bulan kedua kehamilan. Istilah ini mengacu pada waktu pagi hari yang lebih sering terjadinya muntah, dan juga dapat terjadi kapan saja. Pada sejumlah kasus bahkan bisa mencapai minggu ke-20 kehamilan. Kondisi ini disebut hyperemesis gravidarum

Tidak hanya rasa mual, terkadang wanita juga mengidam atau menolak makanan tertentu ketika hamil. Hal ini juga berhubungan dengan perubahan hormon. Hal ini dapat terjadi selama kehamilan, tetapi umumnya gejala ini berkurang pada minggu ke-13 atau ke-14 kehamilan.

4. Meningkatnya Frekuensi Buang Air Kecil

Tanda kehamilan yang mungkin muncul selanjutnya adalah seringnya buang air kecil, lebih daripada biasanya. Jumlah darah dalam tubuh meningkat selama kehamilan, menyebabkan ginjal Anda memproses cairan berlebih yang kemudian akan berakhir di kandung kemih.

 

Baca Juga: Atasi Keputihan Saat Hamil Dengan Cara Ini

 

5. Kelelahan (Fatigue)

Fatigue atau kelelahan juga termasuk sering terjadi pada awal kehamilan. Tidak ada penyebab pasti tentang hal ini, tetapi ada pandangan yang menyatakan bahwa peningkatan hormon progesteron yang cepat selama awal kehamilan dapat berkontribusi pada kelelahan ini.

6. Tanda-tanda Kehamilan Lainnya

  • Perubahan suasana hati yang cepat. Meningkatnya kadar hormon di tubuh pada awal kehamilan dan membuat Anda merasa emosional serta sering merasa sedih. Namun, ada kalanya juga terjadi perubahan suasana hati yang cepat.
  • Kembung. Perubahan hormon pada awal kehamilan juga dapat membuat Anda merasa kembung, serupa dengan bagaimana Anda merasa pada awal masa menstruasi.
  • Spotting atau bercak darah. Bercak darah dapat menjadi salah satu tanda menstruasi. Hal ini dikenal sebagai pendarahan implantasi atau pendarahan yang terjadi dari vagina ketika kehamilan. Namun, tidak semua wanita mengalami hal ini. 
  • Kram. Beberapa wanita mengalami kram pada perut pada awal-awal masa kehamilan.
  • Konstipasi. Perubahan hormon dapat menyebabkan sistem pencernaan melambat sehingga dapat mengarah pada konstipasi atau kesulitan buang air besar.
  • Hidung tersumbat. Tingkat hormon dan produksi darah yang meningkat juga dapat menyebabkan membran mukus di hidung Anda membengkak, mengering, dan berdarah dengan mudah. Hal ini dapat menyebabkan hidung tersumbat atau berair.

Cara Mengecek Kehamilan

Apabila tengah menunggu kehamilan, Anda sudah dapat melakukan tes kehamilan sehari setelah menstruasi terlambat. Bahkan, tes dapat dilakukan sebelum terjadinya keterlambatan menstruasi pada tes kehamilan yang sangat sensitif.

Jika tidak tahu kapan masa menstruasi dimulai, Anda dapat melakukan tes kehamilan minimal pada hari keempat belas hingga hari ke dua puluh satu setelah Anda melakukan hubungan intim. Tes kehamilan ini juga dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya pada pagi hari. Anda dapat menggunakan test pack yang dijual di apotek terdekat.

Sebelum menggunakannya, akan lebih baik apabila Anda membaca intruksinya terlebih dahulu karena cara kerja masing-masing alat tes kehamilan mungkin saja berbeda. Namun, biasanya Anda cukup menyentuhkan bagian yang dianjurkan pada urin yang telah ditampung, lalu hasilnya akan keluar setelah beberapa menit. 

 

Baca Juga: Panduan Gizi Ibu Hamil

 

Kesalahan pada Tes Kehamilan

Sekalipun rata-rata tes kehamilan di rumah atau test pack cukup akurat, tetapi ada kalanya tes ini dapat memberikan hasil yang salah.

False Positive

Hal ini jarang terjadi, tapi test pack dapat menunjukkan hasil yang positif, walaupun Anda tidak benar-benar hamil. Biasanya, kejadian ini disebut false-positive.

Peristiwa ini terjadi akibat keguguran segera setelah telur yang dibuahi melekat pada dinding rahim (kehamilan biokimia) atau Anda melakukan tes kehamilan terlalu dini setelah mengkonsumsi obat kesuburan yang mengandung HCG. Kehamilan ektopik, menopause, atau masalah dengan ovarium juga dapat berkontribusi pada kesalahan hasil tes.

Hasil False Negative

Selain false-positive, hasil tes kehamilan yang negatif juga dapat terjadi. Hal ini terjadi karena Anda melakukan tes terlalu dini sehingga alat tes sulit mendeteksi HCG. Selain itu, mengecek hasil tes terlalu cepat bisa memunculkan hasil ini karena umumnya alat tes membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil.

HCG juga bisa jadi kurang terkonsentrasi pada urin. Karena itulah, rata-rata alat tes menganjurkan tes kehamilan pada pagi hari, yaitu waktu-waktu kandungan HCG pada urin paling terkonsentrasi atau pekat.

Tes Kehamilan di Dokter

Karena kehamilan belum bisa ditentukan secara pasti, lebih dianjurkan untuk memeriksa dulu hasilnya di rumah dengan test pack. Setelah melakukan tes kehamilan tersebut, ada beberapa langkah lanjutan yang dapat Anda lakukan, seperti:

Apabila tes kehamilan Anda positif atau Anda melakukan tes beberapa kali dan mendapatkan hasil tes yang berbeda-beda, Anda dapat melakukan janji temu dengan dokter kandungan anda. Anda mungkin membutuhkan tes darah atau USG untuk memastikan kehamilan Anda.

Apabila tes kehamilan Anda negatif, tetapi masa menstruasi tidak kunjung datang, Anda bisa mengulangi tes dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

Apabila hasil tes tetap negatif, tetapi masa menstruasi belum juga datang, Anda dapat melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan kembali untuk memeriksa apakah ada gangguan tertentu. Ada beberapa gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan masa menstruasi, seperti gangguan tiroid, berat badan kurang, masalah ovarium, stres atau olahraga berlebihan.

 

Baca Juga: Menjadi Ibu Hamil yang Bahagia

 

Pertanyaan Seputar Tanda-Tanda Kehamilan

Kapan Mulai Muncul Tanda Kehamilan?

Tanda-tanda kehamilan biasanya muncul 10 hingga 14 hari setelah pembuahan. Biasanya, tanda pertama yang terjadi adalah spotting ringan, yaitu pendarahan dalam jumlah sedikit dari area vagina.

Untuk memeriksakannya, Anda dapat melakukannya setelah Anda menyadari adanya keterlambatan pada masa menstruasi atau minimal pada hari 14 hingga hari 21 setelah pembuahan agar test pack dapat mendeteksi kadar HCG pada urin.

Apa Bedanya Keputihan Saat Haid dan Saat Hamil?

Keputihan pada saat haid biasanya disebabkan oleh hormon progesteron yang memuncak pada tubuh. Pada saat ini, biasanya keputihan berwarna putih transparan dan lebih cair.

Adapun keputihan yang terjadi pada masa hamil disebabkan oleh hormon estrogen yang tinggi. Biasanya, keputihan pada saat hamil lebih berwarna putih atau sedikit kekuningan dan bisa jadi agak lengket, sedangkan pada keputihan akibat infeksi berbau amis.

Apakah Sakit Perut Bisa Berarti Tanda Hamil?

Sakit perut tidak selalu merupakan tanda hamil. Wanita pada masa awal kehamilan biasanya tidak mengalami sakit perut. Namun, perut bisa terasa kembung atau bahkan mengalami kram akibat perubahan hormon karena kehamilan. Selain itu, ciri hamil yang umum terjadi adalah mual, baik itu disertai muntah atau tidak. 

Kehamilan adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu setiap pasangan, maka diperlukan perawatan yang saksama untuk menjaga janin di dalam kandungan. Untuk merancang program perawatan selama kehamilan dengan tepat, Anda dapat menghubungi Kavacare di nomor 0811 1446 777

Sumber:

  1.  https://www.webmd.com/guide/pregnancy-am-i-pregnant(29 November 2022)
  2.  https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/home-pregnancy-tests/art-20047940(29 November 2022)
  3. https://www.healthline.com/health/white-discharge-before-period#causes(29 November 2022)
Avatar
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

Dr. Eddy Wiria, PhD

Co-Founder & CEO Kavacare