Penyebab dan Cara Mengatasi Kesemutan

Penyebab dan Cara Mengatasi Kesemutan

Share

Kesemutan adalah keluhan yang umum dialami oleh banyak orang. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Mengatasi kesemutan bisa dilakukan dengan beberapa cara, tergantung pada penyebab kesemutan itu sendiri.

Biasanya penderita dapat mengatasi kesemutan dengan mudah dan cepat. Kondisi ini pun seringkali dianggap sebagai hal yang biasa karena umumnya bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, kesemutan kronis dapat terjadi dan menjadi suatu tanda dari penyakit tertentu sehingga perlu diwaspadai.

Apa Itu Kesemutan?

Kesemutan adalah sensasi atau gejala yang terjadi ketika terdapat masalah pada fungsi saraf. Gangguan fungsi saraf tersebut bisa karena ada sesuatu yang menekan saraf, kerusakan pada saraf, maupun ketidakseimbangan kimiawi tubuh yang mengganggu fungsi saraf.

Dalam istilah medis, kesemutan sendiri disebut sebagai parestesia. Gejalanya berupa rasa kebas, mati rasa, atau sensasi seperti tertusuk jarum pada bagian tubuh manapun yang terkena, tetapi paling sering terjadi pada lengan, tangan, tungkai, atau kaki. 

 

Baca Juga: Bengkak di Kaki, Berbahayakah?

 

Penyebab Kesemutan

Penyebab kesemutan paling umum adalah adanya tekanan berkelanjutan pada saraf yang membuat aliran darah ke saraf terganggu, seperti karena:

  • Duduk atau berdiri dalam satu posisi untuk waktu yang terlalu lama
  • Duduk bersila dalam waktu lama
  • Tertidur dengan posisi lengan tertindih
  • Mengenakan sesuatu yang ketat, seperti sepatu yang terlalu kecil. 

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan kesemutan yang bersifat sementara, dan gejala bisa hilang sendirinya dengan cepat begitu tekanan pada saraf berkurang. Selain itu, penyebab lain kesemutan juga termasuk:

Defisiensi Vitamin atau Mineral

Defisiensi atau kekurangan asupan vitamin atau mineral tertentu dapat menyebabkan kesemutan. Misalnya, kekurangan asupan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia pernisiosa. Anemia pernisiosa merupakan salah satu penyebab utama dari gangguan neuropati perifer.

Neuropati perifer merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika terdapat kerusakan pada saraf perifer yang berada pada ujung anggota gerak. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan kelemahan pada anggota tubuh tertentu. Kekurangan mineral kalsium atau hipokalsemia juga dapat menyebabkan kesemutan dan mati rasa di jari.

Alkoholisme

Orang yang kecanduan alkohol berisiko tinggi mengalami neuropati perifer akibat kekurangan tiamin serta vitamin penting lainnya. Hal ini dikarenakan pecandu alkohol seringkali kehilangan nafsu makan yang memungkinkan tidak tercukupinya asupan zat gizi. Selain itu, kecanduan alkohol juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang disebut sebagai neuropati alkoholik.

Paparan Racun

Kesemutan juga bisa terjadi karena ada tumpukan racun di dalam tubuh. Hal ini bisa disebabkan oleh paparan racun dari logam berat seperti timbal, arsen, merkuri, dan talium, dan beberapa bahan kimia lainnya. Termasuk juga dari obat-obatan tertentu, terutama obat kemoterapi, beberapa obat antivirus dan antibiotik.

Infeksi Virus dan Bakteri 

Infeksi virus atau bakteri bisa menjadi penyebab seseorang mengalami kesemutan. Ini termasuk infeksi virus herpes simpleks, herpes zoster (varicella zoster), epstein-barr, cytomegalovirus (CMV), HIV dan AIDS, dan penyakit lyme akibat infeksi bakteri.

Kelainan Bawaan

Kesemutan bisa dipicu oleh kelainan bawaan yang mempengaruhi kemampuan sensorik dan motorik. Jenis yang paling umum dikenal sebagai penyakit Charcot-Marie-Tooth, yakni sekelompok gangguan turunan yang merusak saraf di lengan dan kaki. 

Cedera

Kesemutan juga seringkali disebabkan oleh trauma, saraf tertekan, hancur, atau rusak. Contohnya termasuk kompresi saraf yang disebabkan oleh tulang terkilir, disk hernia atau saraf terjepit.

 

Baca Juga: Memar Tanpa Sebab? Begini Cara Mengatasinya

 

Penyakit yang Berkaitan dengan Kesemutan

Kesemutan dapat terjadi pada siapa saja dan umumnya tidak berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, kesemutan dapat berlangsung terlalu sering atau berkelanjutan juga disertai dengan gejala lain. Jika demikian, kesemutan dapat menjadi tanda dari beberapa penyakit yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berkaitan dengan kesemutan:

  • Diabetes. Diabetes merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan kesemutan. Kesemutan pada penderita diabetes ini disebabkan oleh adanya gangguan pada saraf tepi atau disebut juga sebagai kondisi neuropati diabetik.
  • Carpal tunnel syndrome. Penyakit ini terjadi ketika saraf medianus pada pergelangan tangan terjepit atau tertekan sehingga menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan kelemahan pada jari-jari tangan
  • Penyakit sistemik. Kesemutan pada kaki bisa menjadi gejala penyakit sistemik. Penyakit sistemik mengacu pada gangguan yang dapat mempengaruhi beberapa organ dan jaringan atau bahkan seluruh tubuh. Contohnya antara lain gangguan ginjal, penyakit hati, kerusakan pembuluh darah, penyakit darah, ketidakseimbangan hormon, gangguan jaringan ikat dan peradangan kronis, dan kanker atau tumor jinak yang mengenai saraf.
  • Multiple Sclerosis. Suatu kondisi autoimun yang menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf di seluruh tubuh. Gejala multiple sclerosis dapat bervariasi, tetapi kesemutan di tangan dan kaki menjadi gejala yang paling umum terjadi.
  • Stroke. Stroke dapat menyebabkan kerusakan pada saraf. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada bagian anggota tubuh tertentu.

Cara Mengatasi Kesemutan dengan Cepat

Berikut ini adalah beberapa cara umum yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesemutan dengan cepat:

  • Mengubah posisi. Jika kesemutan terjadi karena posisi duduk atau berdiri yang sama untuk waktu yang lama, sebaiknya segera mengubah posisi agar aliran darah ke area yang terkena kembali normal.
  • Menggerakkan anggota tubuh. Menggerakkan anggota tubuh yang terkena kesemutan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menghilangkan kesemutan. Misalnya, jika kesemutan terjadi pada tangan, cobalah mengepalkan dan melepaskan kepalan tangan. Dan jika kesemutan mempengaruhi kaki, cobalah menggoyangkan jari kaki Anda.
  • Peregangan. Mengatasi kesemutan juga dapat dilakukan dengan peregangan ringan pada area yang terkena kesemutan. Ini dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan meningkatkan sirkulasi darah.
  • Terapi fisik. Terapi fisik dapat membantu memperkuat otot dan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga dapat membantu mengatasi kesemutan yang disebabkan oleh neuropati atau gangguan saraf lainnya.
  • Obat-obatan. Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengatasi kesemutan yang disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius, seperti neuropati atau carpal tunnel syndrome.

Cara Mencegah Kesemutan

Kesemutan dapat dicegah dengan melakukan beberapa tindakan yang sederhana. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah kesemutan:

  • Mengontrol penyakit kronik seperti diabetes melitus dan hipertensi dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin mengkonsumsi obat. 
  • Hindari duduk atau berdiri dalam satu posisi untuk waktu yang lama karena hal tersebut dapat menyebabkan kesemutan akibat saraf tertekan secara berkelanjutan.
  • Hindari tekanan berlebihan pada saraf, seperti mengenakan pakaian atau aksesoris terlalu ketat. 
  • Pijat anggota tubuh untuk mengurangi ketegangan otot dan mendorong aliran darah yang lebih baik. 
  • Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah terjadinya kerusakan pada saraf.
  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok karena kebiasaan buruk tersebut dapat merusak saraf dan memperburuk gejala kesemutan.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi agar kebutuhan vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan saraf dapat terpenuhi.
  • Jaga berat badan yang sehat karena berat badan yang berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya kesemutan dan kerusakan saraf.
  • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera pada saraf, seperti olahraga yang terlalu berat atau terjatuh.
  • Istirahat yang cukup sebab kurangnya istirahat juga dapat mempengaruhi sirkulasi darah dan memungkinkan terjadinya kesemutan.

 

Baca Juga: 3 Jenis Alat Bantu Jalan untuk Pasien Patah Tulang

 

Kapan Harus ke Dokter Saat Kesemutan?

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami hal berikut saat kesemutan:

  • Kesemutan berlangsung terlalu sering.
  • Tidak diketahui penyebab kesemutan yang jelas.
  • Kesemutan disertai pusing.
  • Terjadi kejang otot.
  • Muncul ruam.

Anda pun bisa menghubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811 1446 777 untuk melakukan telekonsultasi tanpa perlu keluar rumah bersama dokter profesional dan terpercaya terkait kesemutan yang Anda alami. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan layanan homecare dengan nyaman dan dipersonalisasi sesuai kebutuhan medis Anda maupun orang terkasih.

Sumber:

  1. Numbness or Tingling. https://www.health.harvard.edu/decision_guide/numbness-or-tingling. Diakses 5 April 2023. 
  2. Tingling in Hands & Feet. https://www.webmd.com/brain/tingling-in-hands-and-feet. Diakses 5 April 2023. 
  3. Numbness and Tingling. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326062. Diakses 5 April 2023. 
  4. Numbness and Tingling. https://www.healthline.com/health/numbness-and-tingling. Diakses 5 April 2023.
  5. How to Get Rid of Pins and Needles. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-pins-and-needles. Diakses 5 April 2023.
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare