Penyebab Mendengkur dan 6 Cara Menghentikannya

Penyebab Mendengkur dan 6 Cara Menghentikannya

Share

“Ngorok” atau mendengkur adalah hal yang umum terjadi ketika tidur dan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ngorok atau mendengkur dapat menjadi tanda salah satu gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti sleep apnea atau gangguan tidur yang ditandai dengan adanya jeda henti pada pernapasan. 

Apa penyebab ngorok, dan bagaimana cara menghentikan kebiasaan ini?

Apa Penyebab Mendengkur atau Ngorok?

Mendengkur atau ngorok disebabkan oleh getaran di langit-langit lunak (di bagian belakang mulut) dan uvula (anak lidah). Pada saat menghirup napas, udara akan masuk ke dalam paru-paru dengan melewati lidah, langit-langit lunak, uvula, dan tonsil (amandel atau kelenjar getah bening di bagian belakang mulut).

Pada saat seseorang bangun, otot-otot di belakang tenggorokan akan merapat untuk menahan bagian-bagian ini di tempat mereka sehingga mereka tidak kolaps dan bergetar pada saat bernapas.  Selama tidur, langit-langit lunak dan uvula kadan-kadang akan bergetar sehingga menyebabkan suara mengendur.

Ada beberapa kondisi yang menghambat jalur pernapasan sehingga menyebabkan suara mendengkur, yaitu:

  1. Anatomi mulut: Langit-langit belakang yang rendah dan tebal dapat mempersempit jalur pernapasan. Orang yang obesitas mungkin mempunyai jaringan-jaringan tambahan pada uvula yang memperpanjang uvula ini sehingga aliran pernapasan tersumbat dan getaran meningkat.
  2. Masalah hidung: Penyumbatan pada hidung yang bersifat kronis atau adanya pemisah yang bengkok antara lubang hidung Anda bisa jadi menyebabkan dengkuran.
  3. Kurang tidur: Kondisi kurang tidur dapat tenggorokan semakin rileks dan menyebabkan dengkuran.
  4. Posisi tidur: Suara mendengkur biasanya paling sering dan paling keras ketika berbaring terlentang karena gaya gravitasi dapat membuat tenggorokan mempersempit jalur pernapasan.

Selain kondisi tersebut, ada pula faktor risiko yang akan memicu munculnya suara mendengkur ketika tidur ini, yaitu:

  1. Pria, karena pria lebih sering mendengkur dibanding wanita;
  2. Berat badan berlebih;
  3. Rokok;
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol;
  5. Ada kalanya disebabkan oleh sleep apnea, dimana jalur pernapasan tersumbat secara temporer ketika Anda tertidur.
  6. Riwayat keluarga dalam mendengkur atau sleep apnea obstruktif.

 

Baca Juga: 6 Tips Ini Bantu Anda Tidur Nyenyak

 

Apakah Mendengkur Berbahaya?

Perilaku mendengkur yang umum terjadi tidak dianggap membahayakan nyawa, tetapi dengkuran yang keras dan terus-menerus dapat mengganggu tidur orang-orang di sekitar Anda atau anggota keluarga yang mendengkur. Tidak hanya itu, mendengkur dapat mengganggu istirahat Anda sendiri sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari.

Di sisi lain, struktur fisik yang abnormal dapat mengakibatkan perilaku mendengkur atau dapat menjadi indikasi gangguan kesehatan yang lain. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab mendengkur dengan cara pemeriksaan menyeluruh ke dokter THT.

Cara Menghentikan Kebiasaan Mendengkur

Ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan atau mengurangi kebiasaan mendengkur ini:

  1. Hindari obat tidur dan obat penenang, seperti zolpidem, clonazepam, dan eszopiclone, atau minuman beralkohol sebelum tidur;
  2. Melakukan olahraga rutin dan menjaga berat badan ideal bagi Anda;
  3. Naikkan kepala Anda selama tidur untuk memperbaiki jalur pernapasan;
  4. Cobalah tidur menyamping daripada tidur terlentang;
  5. Pilih bantal yang dapat menahan posisi kepala Anda ketika tidur sehingga mengurangi dengkuran Anda;
  6. Tanyakan kepada dokter tentang obat yang dapat meredakan penyumbatan pada hidung. Anda juga dapat meminta tips bagaimana menghentikan dengkuran karena dapat menawarkan rekomendasi secara personal yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Baca Juga: Berbagai Penyebab Gangguan Tidur pada Lansia

 

Apa Bedanya Mendengkur dan Sleep Apnea?

Mendengkur dan sleep apnea adalah dua fenomena yang berbeda, sekalipun ada kalanya berhubungan karena gejala umum dari sleep apnea adalah perilaku mendengkur. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan mendengkur dan sleep apnea:

  1. Sleep apnea menyebabkan Anda sering terbangun pada malam hari, seringkali dalam kondisi sesak napas karena kondisi ini menyebabkan adanya jeda henti (pause) ketika bernapas ketika tidur.
  2. Perilaku mendengkur umumnya tidak memerlukan penanganan serius, sedangkan sleep apnea harus secepatnya ditangani agar tidak mengarah pada komplikasi yang lebih serius.
  3. Sleep apnea menimbulkan gangguan yang lebih serius daripada perilaku mendengkur yang biasa karena membuat Anda sangat lelah di siang hari sehingga produktivitas akan menurun. Sleep apnea bahkan berhubungan dengan penyakit jantung, stroke dan obesitas, dan dapat menyebabkan kecelakaan karena pasien terlalu lelah ketika berkendara atau mengoperasikan mesin lainnya.

Jenis-Jenis Dengkuran

Berdasarkan karakteristiknya, dengkuran terdiri dari dua tipe, yaitu:

  1. Dengkur primer atau sederhana (primary/simple snoring), yaitu suara aspirasi (gangguan pernapasan, seperti batuk, mengi, dan suara seperti tersedak) yang keras, terjadi ketika tidur, tanpa apnea dan hipoventilasi (gangguan pernapasan dimana pasien bernapas terlalu pendek atau terlalu dalam).
  2. Dengkur habitual (habitual snoring), yaitu suatu kondisi kronis dimana pasien mendengkur terus-menerus, misalnya hampir setiap hari atau setiap hari per minggu.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Mendengkur sering berhubungan dengan gangguan tidur yang disebut dengan sleep apnea obstruktif. Gejala-gejala penyakit ini adalah:

  • Adanya jeda henti bernapas ketika tidur;
  • Rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari;
  • Sulit berkonsentrasi;
  • Sakit kepala pada pagi hari;
  • Tenggorokan sakit ketika bangun tidur;
  • Tidur tidak tenang atau gelisah pada saat tidur;
  • Tersentak atau tersedak pada malam hari;
  • Tekanan darah tinggi;
  • Nyeri dada pada malam hari;
  • Suara dengkur sangat keras hingga mengganggu tidur pasangan Anda;
  • Pada anak-anak, rentang perhatian yang rendah, gangguan perilaku atau prestasi yang buruk di sekolah.

 

Baca Juga: Bagaimana Memilih Obat Tidur yang Tepat?

 

Apabila Anda mengalami gejala di atas, maka Anda perlu menemui dokter. Jika anak Anda mendengkur, Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter anak. Masalah hidung dan tenggorokan, seperti amandel membengkak, dan obesitas seringkali dapat menyempitkan jalur pernapasan anak juga dapat mengarah pada obstruktif sleep apnea.

Selain itu, Anda juga sebaiknya menghubungi dokter kalau kebiasaan mendengkur mengganggu tidur atau mengarah pada gangguan lain, seperti fatigue, sakit kepala, atau kesulitan bernapas.

Kalau Anda atau anggota keluarga Anda menunjukkan perilaku mendengkur yang terus-menerus, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Anda dapat menghubungi layanan Kavacare di nomor 0811 1446 777 untuk melakukan telekonsultasi dengan dokter atau mendapatkan pemeriksaan medis di rumah.

Sumber:

  1. Snoring and Its Management. https://core.ac.uk/download/pdf/234644067.pdf diakses pada 23 Mei 2023
  2. Snoring. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694 diakses pada 23 Mei 2023
  3. Snoring. https://www.nhs.uk/conditions/snoring/ diakses pada 23 Mei 2023
  4. Snoring vs Sleep Apnea: Is There A Difference? https://healthtalk.unchealthcare.org/snoring-vs-sleep-apnea-is-there-a-difference/ diakses pada 23 Mei 2023
  5. Snoring Sounds and Their Types. https://www.mymed.com/health-wellness/interesting-health-info/how-to-stop-snoring/snoring-sounds-and-their-types diakses pada 23 Mei 2023
  6. Snoring. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15580-snoring diakses pada 23 Mei 2023
dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare