4 Tips Mengatasi Perut Kembung

4 Tips Mengatasi Perut Kembung

Share

Perut kembung, atau dikenal juga dengan istilah medis meteorismus atau tympanites, adalah sebuah kondisi kesehatan di mana terjadi pembengkakan pada bagian perut yang diakibatkan oleh penimbunan gas pada usus. Penyakit ini dapat dijumpai pada semua orang dari berbagai ras dan usia.

Di bawah ini, kami telah menyajikan informasi lengkap mengenai penyebab serta tips untuk mengatasi perut kembung yang dapat berguna bagi Anda.

Gejala Perut Kembung

Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Namun, perut kembung bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit lain atau konsumsi makanan tertentu yang dapat menyebabkan produksi gas.

Beberapa gejala utama perut ketika kembung, antara lain:

  • Sensasi kembung pada perut yang dapat berlangsung dalam rentang waktu yang bervariasi, mulai dari hanya beberapa menit hingga periode yang lebih lama dan berkepanjangan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Sendawa dan buang gas (kentut) berlebihan.
  • Dalam kasus-kasus tertentu, perut kembung dapat menyebabkan rasa sakit dan kram pada perut.

Untuk mengatasi masalah kesehatan ini, diperlukan perbaikan pada pola makan yang berantakan, serta pantangan konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya perut kembung.

Penyebab Perut Kembung

Perut kembung dapat disebabkan oleh beragam faktor, baik yang ringan maupun serius. Beberapa faktor ringan yang dapat membuat perut terasa kembung antara lain adalah menelan terlalu banyak udara selagi mengonsumsi makanan, atau fermentasi berlebihan yang diakibatkan oleh bakteri usus.

Namun, gejala perut kembung juga patut diwaspadai karena kondisi ini dapat menandai adanya beberapa penyakit yang bersifat lebih serius, seperti:

  • Obstruksi usus
  • Gangguan saluran cerna fungsional
  • Kebiasaan makan berlebih (overeating)
  • Pertumbuhan bakteri yang berlebihan
  • Radang usus
  • Peritonitis (radang pada peritoneum, yakni selaput pelapis dinding perut yang berguna untuk memberikan sekat pada organ-organ di dalam perut)
  • Penyebab idiopatik (tidak diketahui secara pasti).

Selain itu, perut kembung juga dapat disebabkan oleh konsumsi beberapa jenis makanan yang berpotensi memicu gas dalam perut.

Avicenna, seorang filsuf dan dokter kelahiran Persia pada abad ke-10, berpendapat bahwa perut kembung dapat disebabkan oleh kebiasaan makan berlebih (overeating) dan konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, serta makanan yang diolah dengan metode pengasapan atau pengasinan. Pandangan Avicenna ini didukung oleh keberadaan fruktosa dan oligosakarida dalam beberapa jenis buah dan sayuran yang terbukti dapat menyebabkan produksi gas berlebih di dalam usus.

 

Baca Juga: 6 Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Sakit Perut

 

Cara Mengatasi Perut Kembung

Perut kembung memang bukan penyakit serius yang dapat mengancam nyawa atau membahayakan kesehatan. Akan tetapi, gejala yang diakibatkan oleh kondisi kesehatan ini dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup seseorang.

Berikut ini beberapa tips efektif yang dapat membantu Anda untuk mengusir gejala-gejala dan mengobati perut kembung yang mengganggu.

1. Relaksasi

Saat seseorang merasa cemas dan khawatir, mereka mungkin cenderung menelan udara lebih banyak dari yang seharusnya. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk melakukan latihan pernapasan secara teratur. Olahraga seperti yoga dan tai chi juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk melatih pernapasan.

2. Konsumsi Rempah-rempah 

Rempah-rempah seperti jahe, jinten, daun dill, daun basil, atau daun parsley dapat membantu untuk mengurangi penimbunan gas pada usus yang dapat menyebabkan pembuangan gas/kentut.

3. Konsumsi Vitamin D

Pasien yang mengonsumsi vitamin D dapat lebih mudah mengatasi gejala perut kembung dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi vitamin D. Menurut British Medical Journal, vitamin D berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan kerja usus. 

4. Terapi Moxa dan Akupunktur

Jika Anda tertarik mencoba TCM (Traditional Chinese Medicine) untuk mengatasi gejala perut kembung, terapi moxa dan akupunktur dapat menjadi pilihan yang tepat.

Pada dasarnya, terapi moxa dan akupunktur sama-sama dilakukan dengan cara menargetkan titik-titik akupunktur tertentu untuk mengatasi keluhan penyakit yang dirasakan oleh pasien. Namun, kedua metode penyembuhan ini menggunakan alat yang berbeda.

Terapi moxa adalah terapi yang menggunakan tanaman mugwort yang digiling menjadi seperti cerutu dan dibakar di atas kulit pasien. Sementara itu, akupunktur adalah terapi dengan menggunakan jarum yang ditusukkan langsung pada kulit pasien.

 

Baca Juga: 5 Gerakan-Gerakan Fisioterapi yang Paling Umum

 

Cara Mencegah Perut Kembung

Agar tidak mengalami kondisi perut yang mengembang akibat kelebihan udara yang menjadikan kembung, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Hindari Makan Berlebih atau Terlalu Cepat

Kebiasaan makan berlebih atau overeating adalah salah satu penyebab dari terjadinya perut kembung. Untuk menghindarinya, Anda dapat membagi konsumsi makanan harian Anda menjadi 4 hingga 7 porsi kecil daripada 3 kali makan besar.

Makan terlalu cepat juga dapat mengakibatkan udara tertelan ke dalam perut. Untuk menghindarinya, disarankan untuk mengonsumsi makanan secara perlahan. Mengunyah makanan dengan baik dan tidak menelan terburu-buru dapat membantu mencegah terjadinya perut kembung.

2. Hindari Minum Selagi atau Tepat Sesudah Makan

Beberapa orang dapat mengalami pembuangan gas atau kentut ketika mereka minum selama atau tepat setelah makan. Untuk menghindarinya, disarankan untuk memberikan jeda minimal 1 jam setelah makan sebelum mengonsumsi minuman, buah-buahan, atau sayuran.

 

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Gastritis di Rumah

 

3. Hindari Makanan atau Minuman Pemicu

Sebagaimana yang telah dijabarkan oleh Avicenna pada bukunya yang bertajuk The Canon of Medicine, konsumsi beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, dan makanan yang diolah dengan metode pengasapan atau pengasinan dapat menyebabkan munculnya perut kembung.

Selain itu, terdapat beberapa jenis makanan pemicu gas lainnya yang juga patut dipantang demi menghindari perut kembung, seperti:

  • Sayur-sayuran. Beberapa jenis sayur-sayuran seperti wortel, kubis, dan kubis brussel dapat menciptakan gas dalam perut yang dapat menyebabkan munculnya gejala perut kembung.
  • Pemanis buatan. Pemanis buatan seperti sorbitol sulit dicerna oleh saluran pencernaan manusia. Hal ini menyebabkan bakteri dalam perut untuk menguraikannya menjadi gas.
  • Produk susu, seperti susu segar, keju, yogurt, dan mentega. Konsumsi produk-produk berbahan dasar susu dapat memicu rasa tidak nyaman dalam perut dan memperparah sensasi kembung.
  • Gluten. Gluten adalah protein yang secara alami dapat ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum. Protein ini dapat menyebabkan sensasi kembung dalam perut seseorang.

4. Olahraga Teratur

Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan pergerakan peristaltik, yakni kontraksi otot yang terjadi dalam sistem pencernaan seseorang dan bertujuan untuk mendorong makanan yang ada di sepanjang saluran usus. Hal ini dapat membantu untuk mengeluarkan gas yang terakumulasi di dalam perut, sehingga gejala perut kembung dapat dihindari dengan baik.

Apabila Anda membutuhkan bantuan dan informasi lebih lanjut mengenai perut kembung serta penanganannya, tenaga tepercaya Kavacare siap untuk membantu Anda. Segera hubungi kami melalui nomor telepon 0811 1446 777 untuk berkonsultasi dengan dokter atau menggunakan jasa home care.

Sumber:

  1. Meteorism – StatPearls – NCBI Bookshelf (nih.gov). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430851/. Diakses 24 Mei 2023.

 

dr. Keyvan Fermitaliansyah
Reviewed by:
Ditinjau oleh:

dr. Keyvan Fermitaliansyah

Care Pro, Dokter Umum Kavacare